Di Balik Perlakuan Terhadap QWL Ada Tuhan Dan Malaikat Yang Mencatat

  • Lingkungan kerja berpengaruh langsung terhadap sikap kerja karyawan. 
  • Lingkungan juga ikut menentukan prestasi kerja mereka. 
  • Lingkungan kerja yang menyenangkan membuat sikap karyawan positif dan memberi dorongan untuk bekerja lebih tekun dan lebih baik.
Sebaliknya, jika situasi lingkungan tidak menyenangkan, karyawan cenderung meninggalkan lingkungan tersebut.

Itulah hasil kajian Muhammad Idrus yang dituangkannya di Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro Vol.3 No. 1, Juni 2006.

Yang menjadi pertanyaan, berapa banyak CEO, COO, CFO dan para pimpinan level C lain yang memperhatikan lingkungan kerja karyawannya?

Padahal, lingkungan kerja inilah yang membentuk Quality of work life (QWL) - kualitas kehidupan kerja.

Dan kami rasa, seluruh pimpinan di level C paham bahwa QWL yang baik, akan menghasilkan manfaat yang positif yaitu mengurangi:
  • Absenteeism (ketidakhadiran karyawan),
  • Lower turnover (tingkat keluar masuknya karyawan), dan 
  • Improved job satisfaction (meningkatkan kepuasan kerja),
  • To increase the productivity (meningkatkan produktivitas),
  • To create positive attitude in the mind of employees (menciptakan sikap positif dalam pikiran karyawan).
  • To increase the efectiveness of the organization (provitability, goal & accomplishment) (meningkatkan efektivitas organisasi <provitabilitas, tujuan, pencapaian) 

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, mengapa para pimpinan di C level lebih memperindah ruang kerjanya, mempercantik ruang tamunya, dan memulus plus mengkilatkan mobil-mobil mewahnya?
  • Ya, untuk menyenangkan kehidupan pribadinya antara lain.
  • Ya, untuk pencitraan diri, antara lain.
  • Ya, untuk meningkatkan personal image, personal brand, personal reputation, antara lain.  Itu semua bagian dari lobinya, sebagian dari upayanya mendapatkan client atau customernya. 

Tapi, tentunya mereka tetap harus ingat, di belakang mereka ada para pekerja keras yang tidak jarang harus berkeringat darah untuk memuluskan semua strategi promosinya.

Mengapa itu masih bisa terjadi?
  • Ya, pemerintah memang memfasilitasinya,
  • Ya, karyawan memang terpaksa menerimanya, lalu coba-coba, cukup kuat tidak untuk bertahan? Jika tidak kuat, ya keluar dan cari kerja di tempat lain.  (Walau karena nasibnya memang karyawan, ya … akan menemukan situasi dan kondisi yang sama).

Apa pesan moral dari tulisan ini? 
  1. Hanya menghimbau para pimpinan C level, mereka menikmati semua kemewahan itu karena keringat para karyawan. 
  2. Kesedihan hati para karyawan ada yang mencatat, Tuhan dan malaikat yang disuruhnya.

Tambahan lagi, bila karyawan puas, bukan cuma kesetiaan …, doa mereka siang malam buat para pimpinan C level ini dan keluarganya.  Tidak percaya? Tanya pada Tuhan. Lalu tanya pada karyawan.

Salam


Siti Napisah & Zainal Abidin Partao 

CARA TUHAN

Anda tentu pernah tahu siapa Robin Hood dan siapa Si Pitung.  Robin Hood bagi bangsawan Inggris yang menjadi seterunya dia tidak lebih hanyalah sesosok penjahat (perampok) yang amat ditakuti. Tapi bagi kalangan rakyat jelata ia adalah pahlawan.

Si Pitung, bagi kompeni Belanda juga sama, ia adalah penjahat, penipu atau lebih parah lagi sama dengan Robin Hood ia seorang perampok. Tapi bagi rakyat Betawi saat itu (termasuk kita) dia adalah pahlawan yang ikut menyerang penjajah Belanda.
Yang menjadi renungan saya, mudah-mudahan bisa menjadi renungan kita bersama.  Seandainya kita sama seperti rakyat jelata tersebut, sedang kesusahan, belum mendapatkan pekerjaan atau kalaupun ada pekerjaan hasilnya masih kurang.  Kita masih membutuhkan bantuan orang lain.  Sudikah kita menerima bantuan dari penolong yang uangnya boleh didapat dari hasil mencuri?  Mencurinya banyak bentuknya misalnya korupsi, berbohong, manipulasi dan sebagainya. Sudikah kita menerima bantuan darinya? Mudah-mudahan tidak.

Mudah-mudahan rekan-rekan seiman sepakat dengan saya, hanya mau menerima bantuan dari orang yang CARA mendapatkan uangnya diberkati Tuhan. Kita pun hendaknya membantu orang dari hasil yang halal, yang diperoleh dengan CARA yang dikehendaki, diatur dan diperintah Tuhan.
Topik renungan kita adalah soal CARA Tuhan. Mengapa soal CARA ini menjadi perhatian saya? Saya teringat pada kasus yang terjadi pada Uza.  Siapa Uza? Dia hidup di zaman Daud. Kisahnya, Tuhan membunuh dia karena ketika berusaha melindungi tabut Allah agar tidak rusak atau terkena aib karena lembu-lembu yang menarik gerobaknya tergelincir (2 Samuel 6:6-7), caranya salah. Uza melindungi tabut Allah dengan memegangnya.  Itu cara yang salah yang melanggar larangan Tuhan.  Akibat caranya yang salah, dihukumlah dia.
Dari sini soal CARA Tuhan jangan diabaikan, jangan pula menjadi batu sandungan buat kita.
Jika selama ini kita hanya peduli pada:
-       perintah,
-       ajaran,
-       ketetapan,                  
-       aturan,                        Tuhan
-       larangan,
-       kehendak
-       hukum dan
-       suara

dasar kita biasanya mengacu pada Ulangan 28 ataupun seluruh kitab di PB, maka marilah kita juga mulai memperhatikan, mentaati dan mematuhi CARA yang dikehendaki Tuhan.
Soal CARA karena tidak tertulis dengan jelas, kita sering mengabaikannya.  Selain itu, mengapa kita sering mengabaikannya, karena kadang CARA Tuhan buat kita yang suka dengan yang serba instan terkesan lambat.  Contoh: Tuhan membebaskan bangsa Israel dari Mesir butuh 430 tahun.  Yosua untuk menaklukkan Yeriko harus mengelilingi temboknya selama 7 hari.  Lama bertele-tele dan membuat kita tidak sabar.
CARA Tuhan dalam menolong kita juga kadang tidak enak, tidak selalu melalui berkat seperti yang dialami Abraham yang mendapat berkat keturunan, atau Petrus yang dirangkul Tuhan Yesus melalui pemberian berkat ikan banyak.  Cara yang tidak enak itu contohnya pada rasul Paulus.  Ia dirangkul melalui proses kebutaan, dan KITA ANAK-ANAK TUHAN KADANG DIRANGKUL TUHAN MELALUI SAKIT PENYAKIT.
Dan kalau kita perhatikan, kadang memang Tuhan seolah membiarkan CARA yang salah asal TUJUAN-nya baik - berkaca pada kisah Rahab (Yosua 2:2-6)- maka kita cenderung konformis.  Mengijinkan cara yang salah asal tujuannya baik.
Rekan-rekan, mudah-mudahan setelah mengingat berbagai kisah tadi, kita mulai introspeksi diri untuk memperhatikan CARA kita, CARA keluarga kita, CARA teman kita sudah benar atau tidak.  Biarpun tujuannya baik, kalau CARA-nya salah sebaiknya kita hindari. Bisa berakibat pada kematian.
Terakhir, bila saat ini kita sedang sakit, sedang susah, sedang dilanda prahara, sedang penuh masalah yang membuat kepala hampir pecah, berdoalah pada Tuhan, mengucap syukurlah.  Karena itu mungkin salah satu CARA Tuhan dalam memproses kita untuk menuju ke berkat sorgawi yang begitu indah ketika dikenang setelah berkat itu sampai ke tangan kita. Tuhan memberkati kita. Amin. 

Bahan tulisan dari berbagai sumber

Dasa Titah Bukan Benda Seni untuk Dipajang

Ada 2 alasan mengapa dasa titah (10 Perintah Tuhan, Keluaran 20:1-17) tidak popular lagi kata pendeta Agustina Laheba mengutip pendapat pendeta Eka Dharmaputra dalam kotbahnya di GPIB Shalom Depok 26 Juni 2011 lalu.
1.    Orang modern menganggap dasa titah sebagai warisan sejarah yang bernilai tinggi, tapi tidak lagi memiliki manfaat praktis.  Ia seperti benda seni yang perlu diletakkan di tempat khusus dan dijaga dengan hati-hati agar tidak sampai rusak.
Dengan dasar itu, dalam katekisasi pun dasa titah cuma hanya untuk dihapal.
2. Kita menganggap diri kita adalah umat perjanjian baru. Dasa titah telah direformalasi ulang (Matius 22:37-40) menjadi hukum kasih. Apalagi yang mereformulasi adalah Tuhan Yesus sendiri.  Hasilnya pun lebih cocok dengan orang modern yang tidak suka dengan berbagai macam larangan-larangan itu.
Hukum kasih adalah hukum positif.  Jika dihubungkan, bila dasa titah menunjukkan orang salah jalan, maka hukum kasih menunjukkan arah yang benar
Tapi sesunggguhnya menurut pendeta Agustina di dalam dasa titah ada kekayaan spiritual yang nilainya tidak akan pernah hilang.  Ibaratnya baut-baut yang hilang di perjanjian baru bisa ditemukan di dasa titah.
Selain itu, perjanjian lama bukan hanya membahas persiapan kedatangan Tuhan Yesus, tapi juga mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini.  Dengan alasan itu dasa titah harus dan wajib diperhatikan, dihormati dan dihayati.
Bila diibaratkan, saat ingin menikah seseorang pasti harus tahu latar belakang pasangannya dulu. Tujuannya agar tidak salah pilih.
Contoh lain, saat kita akan memakan sejenis makanan tertentu kita pasti akan melihat harganya, repotnya saat membuatnya, dan sebagainya. Dan karena itu kita akan menghargai makanan itu.
Selain penjelasan-penjelasan di atas, untuk diketahui kata pendeta Agustina, pendekatan negatif pun saat ini perlu dijadikan pegangan. Dengan adanya larangan-larangan ini kita tidak sampai kebablasan melakukan berbagai pelanggaran yang membuat Tuhan marah.

Jadikan Senyummu Sebagai Kesaksian

Ada 3 fakta saat ini yang memprihatinkan kita semua yaitu 3 fakta yang membuat generasi muda semakin jauh dari Tuhan dan menyebabkan Tuhan sangat berduka.

Tapi syukurlah karena ada 1 fakta bahwa kamu berkerinduan, meski kecil, yaitu ingin ambil bagian dari tugas yang diberikan Tuhan kepada kita semua. Dan yang satu ini membuat Tuhan tersenyum.

Pertanyaannya, apakah 3 fakta yang mendukakan Tuhan tadi boleh mengalahkan kamu, mematahkan kerinduan kamu, dari keinginan mengambil bagian dalam tugas suci tersebut? Dapatkah 1 fakta yang kamu miliki mengalahkan 3 fakta yang mendukakan Tuhan tadi? Saya 1001 % yakin, kamu bisa mengalahkan mereka, dan kamu pasti mendapatkan pujian dari Tuhan karenanya.

3 Fakta generasi muda semakin jauh dari Tuhan adalah:

Satu, terlalu seringnya sekarang kata-kata kotor terucap dari mulutnya. Ketemu teman, tidak ketemu teman, menemukan kegembiraan atau kehilangan kegembiraan, yang keluar dari mulutnya adalah umpatan makian, bukan ungkapan syukur.  Padahal kata Tuhan, bukan apa yang masuk ke dalam mulutmu yang haram, tapi apa yang keluar dari mulutmulah yang haram.

Dua, sikap kepada orang tua, bahkan sikap kepada ayah ibu sendiri sudah tidak ada hormat sama sekali. Melawan orang tua dengan cara yang halus sampai cara yang kasar, misalnya, tidak menghargai orang yang lebih tua misalnya (gampang sekali memaki apa lagi bila dirinya merasa dirugikan atau tidak dibantu kepentingannya) ooh gampang sekali.  Padahal Tuhan menyuruh kita untuk menghormati ayah dan ibu serta orang yang lebih tua.

Tiga, menyepelekan DOSA. Fakta kesatu dan kedua tadi akibatnya adalah dosa.  Betul itu. Tapi fakta yang ketiga ini adalah sangat-sangat menyedihkan.  Generasi muda sekarang sangat-sangat gampang sekali memandang rendah dosa. "Apa itu dosa?"; "Seperti apa sih bentuk dosa?"; "Ah sok tua, Luh. Dikit-dikit ngomongin dosa!".  Itu semua ungkapan yang isinya menyepelekan dosa.
        
Dia tidak tahu harga sebuah dosa itu adalah sama dengan darah, penyiksaan, hinaan, makian, dan  nyawa sebuah Pribadi suci bersih tak berdosa.

Sederhananya, walau ini tidak bisa mewakili sama sekali, coba bayangkan kamu sedang menikmati alam yang indah, sedang bersenandung lagu kesenangan, saat hati kamu putih bersih, sekonyong-konyong datang orang menghampiri kamu, tanpa ba bi bu memukul kamu. Apa yang kamu rasakan saat itu?  Ya, kamu mungkin terkejut, tidak tahu harus berbuat apa. Hanya mencoba melap darah yang keluar. Tapi setelah itu, bagaimana perasaan dan pikiran kamu? Mungkin dari bingung, berubah jadi sakit dan marah. Itu belum seberapa. Karena kamu tidak sampai kehilangan nyawa.

Ya. Dosa itu mahal harganya. Dosa itu sama dengan nyawa kita. Dosa itu memutuskan hubungan kita dengan Sang Pencipta, yang kepada-Nya nanti kita datang setelah nyawa tidak ada lagi dalam tubuh kita.  Akibat dosa, kita tidak bisa lagi bertemu Dia, tidak bisa lagi menikmati alam indah surgawi yang nyata, yang saat ini sering kita rindukan di saat kita sedih dan duka.  Di alam surgawi tidak ada kesedihan, kedukaan, kekecewaan. Semua serba indah. Tapi dosa menghilangkan kesempatan kita memasuki alam yang keindahannya tidak ada di bumi ini. Dan sedihnya dosa tidak bisa kita hapus.  Karena tadi sudah kita sebut, harga dosa sama dengan nyawa.  Di sinilah letaknya dimana 1 fakta yang kamu miliki dapat mengalahkan 3 fakta yang membuat orang jauh dari Tuhan.  Apa itu 1 fakta itu? SENYUM.

Dengan satu senyuman tulus dari kamu, kata kotor yang telah terucap yang tadinya merupakan kebanggaan buat yang mengucapkannya menjadi seperti sebuah pedang yang menancap ke ulu hatinya sendiri.  Dengan satu senyuman kamu, teman kamu yang baru mengumpat orang tuanya menjadi malu.  Dengan satu senyuman kamu, orang yang menyepelekan dosa menjadi malu dan sadar.

Itulah bukti yang tadi saya katakan 1 fakta mengalahkan 3 fakta tadi. Jadi, jadikanlah

Jadi, untuk bersaksi, untuk memperkenalkan Tuhan Yesus kepada dunia ini tidaklah sulit, tidak usah repot-repot mencari pedoman bersaksi. Tidak harus hapal ayat-ayat alkitab, tidak harus menguasai doktrin kristiani (walau nanti menjadi wajib setelah itu/nanti akan kita bahas) Tersenyumlah.  Apapun yang menimpa kamu, kegembiraan, kecewa, sedih, sakit hati, tanggapilah dengan senyum. Maka mereka yang jauh dari Tuhan akan bertanya, "Kok kamu selalu tersenyum?  Apa pun yang terjadi padamu, kenapa kamu bisa tersenyum? Apa rahasianya?"

Nah, ini. Di sinilah jurus pamungkas kamu.  Tanyakan pada dia.  "Saya selalu tersenyum? Mengapa? Karena Dia. Karena Yesus Kristus Tuhan kita."  "Itu rahasianya.  Saya selalu tersenyum karena kata Tuhan Yesus segalanya memang harus ada.  Sedih, senang, susah dan bahagia memang harus ada.  Sakit hati, kecewa, marah, dengki, dan sebagainya memang harus ada.  Segala hal yang negatif-negatif memang harus ada untuk mendampingi semua hal yang positif. Jadi dunia bukan hanya ada senang dan bahagia saja.  Kalau memang semuanya harus ada, dan kata Tuhan Yesus lagi, kenapa kita harus hanyut atau kalah sama keadaan yang negatif itu?"

"Bukankah kita anak Tuhan bisa menempatkan diri di luar yang negatif-negatif? Bisa mengalahkan yang negatif-negatif? Masih bingung?  Ini jawabnya. Kalau kita tidak sengaja mengiris tangan kita sendiri dan berdarah. Apa reaksi yang bisa kita keluarkan? Menjerit kesakitan atau tersenyum dan bertanya, wah .. sudah lama juga tubuh saya tidak berdarah.  Puji Tuhan, engkau mengingatkan saya untuk bisa berhati-hati lagi.  Atau apakah kita marah pada tangan yang satu lalu kemudian membalasnya dengan mengiris dia juga? He he he!"

Jadi, kawan, tersenyumlah.  Dunia kalah oleh senyumanmu.  Tuhan amat baik pada kita. Amin

Anda Divonis Terkena Kanker? Jangan Panik. Kanker Dapat Ditaklukkan

Anda divonis terkena kanker dan kata dokter sudah stadium 4?  Anda shock?  Anda tidak percaya?  Anda takut dan panik?

Jangan takut dan jangan panik.  Kanker dapat ditaklukkan.  Anda dapat sembuh.  Justru takut dan panik menyenangkan kanker.  Rasa takut dan panik justru jadi multi vitamin buat kanker untuk makin giat merusak tubuh Anda sehingga tubuh Anda tidak kuat lagi menahan roh Anda bersemayam di tubuh Anda.

Anda terkena kanker?  Bersyukurlah pada Tuhan, karena Dia mengijinkan Anda dicobai seperti yang dialami nabi Ayub.  Tapi jangan salah, penyakit bukan dari Tuhan tapi dari iblis datangnya.

Anda tidak mati karena kanker.  Yang membuat Anda mati adalah ketakutan dan kekalutan pikiran Anda.  Ketakutan dan kekalutan pikiran Anda (ditambah kelupaan Anda pada Tuhan) telah membuat Tuhan kecewa pada Anda dan ketika malaikat menjemput Anda, Dia mengijinkannya.

Oleh karena itu jika Anda divonis  kanker, jangan panik jangan takut.  Bersyukurlah pada Tuhan, panjatkan doa dan minta pada-Nya agar Anda diberikan kesembuhan.

Ini kiat saya selamat dan terbebas dari kanker stadium tiga di lidah dan tumor yang besarnya sudah seperti buah kelapa dan telah menekan salah satu paru-paru saya. 

Bila saya takut dan panic, mungkin saya sudah pulang ke sorga mati terkena kanker.

Anda ikutilah apa yang saya lakukan.

  1. Puji dan muliakan Tuhan meski Anda baru saja diberi tahu Anda dinyatakan terkena kanker.  Berdoalah pada Tuhan untuk kesembuhan Anda.   Ini mutlak.  (Penjelasan selengkapnya akan saya bahas terus-menerus dalam blog ini supaya Anda dikuatkan).
  2. Ikuti apa kata dokter setelah Anda mendapat petunjuk Tuhan.  Mengapa harus menggunakan petunjuk Tuhan?  Anda berobat, Anda memang makan obat sesuai anjuran dokter, tapi ingat, kesembuhan datangnya dari Tuhan.  Obat hanya sarana untuk penyembuhan.
  3. Konsumsilah obat-obat alternative yang sesuai.  Bisa jamu, obat herbal, dan sebagainya. Obat-obatan alternatif ini berfungsi mengisi kekurangan obat modern.

Kalau boleh saya petakan, doa kita, perkenan Tuhan, itu yang membungkus obat medis obat tradisionil dalam menaklukkan kanker.  Prosentasenya adalah seperti yang tergambar dalam ilustrasi ini.

Jadi apa pun yang Anda makan apakah dua-duanya (obat modern dan obat alternative sekaligus), apakah salah satunya, bila Tuhan belum berkenan Anda sembuh,  Anda tetap akan sakit.  Dan setelah kankernya membesar, Anda tetap akan dijemput pulang ke sorga.

Jadi, kunci kesembuhan Anda ada pada perkenan Tuhan.  Karena itu, mintalah perkenan Tuhan untuk kesembuhan kanker Anda.

Berdoalah pada Tuhan mulai saat ini, mulai detik ini. Letakkan semua yang ada di tangan Anda, langsung berdoa pada Tuhan untuk kesembuhan Anda.

Tuhan melindungi Anda, Tuhan memberkati Anda.  Amin.


Pada postingan berikut saya akan bercerita:
  • mengapa harus berdoa?
  • mengapa harus makan obat modern?
  • mengapa harus makan obat tradisional?
  • dan mungkin yang lebih penting, Anda pengen tahu siapa saya.

Bila Anda termotivasi dan disembuhkan setelah membaca tulisan ini, itu bukan karena saya tapi karena Tuhan.

Setelah sembuh: pergilah ke gereja, berdoa dan mengucap syukur di sana.  Bersaksilah, dan berikan persembahan syukur.

Untuk kelancaran misi saya dalam mengabarkan kabar suka cita anugerah kesembuhan inì, bila Anda suka rela, boleh juga sisihkan ala kadarnya untuk mendukung layanan ini ke rekening blog ini.

Nantikan postingan selanjutnya. 

Anda masih kalut dan panic?   Mari kita berdoa untuk kesembuhan Anda.  Saya khusus membuka account email untuk Anda menyampaikan keluh kesah Anda di: penakluk.kanker@gmail.com

Sekali lagi, sebelum kita mengakhiri pertemuan ini, mari berdoa dan mengucap syukur pada Tuhan.  Lupakan penyakit Anda.  Lupakan problem Anda.  Lupakan keluarga Anda.  Berdoalah untuk lebih dekat lagi kepada Tuhan. Anda kenali lagi Tuhan Anda.   Benarkah Anda sudah mengenal Tuhan Anda?  Tuhan amat baik.  Itu betul sekali.  Tidak ada yang bisa menyangkal.  Tapi, jangan lupa, TUHAN HANYA MENYEMBUHKAN DIA YANG MAU DATANG PADA-NYA DENGAN IMAN!

Jangan lupa baca postingan berikutnya.

Amin.

Zainal Partao    

Happy Life, Hidup Bahagia

Apa sih bahagia itu?
Bagaimana sih caranya mendapatkan kebahagiaan itu?
Masih banyak lagi pertanyaan yang dapat kita ajukan tentang kebahagiaan itu.  Bertahap kita diskusikan, ya Sobat.  Saya mau diskusi off line dulu tentang bagaimana memperbaiki kemampuan ngeblog saya.  Maklum saya masuk golongan jadul, buta internet, he he.

Shalom

Zainal

JELEKNYA PERILAKU PEROKOK

Rokok buat para penikmatnya adalah tuhannya.  Satu jam saja tidak merokok, tubuhnya, jiwanya, rohnya tersiksa.  “Tidak bisa mikir,” kata seorang teman.  “Mulut kering,” kata yang lain.  Rokok adalah segalanya baginya.
Sayangnya para perokok ini tidak mau tahu akan lingkungannya untuk melepas kecanduannya.  Bila sudah terdesak untuk merokok, tidak peduli siapa di sekelilingnya, apakah ada wanita hamil di situ, ia tidak peduli.  Yang penting hajatnya telah terlampiaskan.  Itu keburukan yang paling teramat sangat dari perokok. Tidak menghargai orang lain. 
Masih banyak lagi keburukan-keburukan lainnya.  Berikut ini contohnya:
1.    Buang puntung rokok sembarangan.  Ini adalah tempat membuang, menyelipkan menyembunyikan puntung rokok paling pavorit.
a.    Di pot kembang (di dalam kantor ataupun di luar kantor)
b.    Di laci meja
c.    Di bawah kaki meja
d.    Di bawah karpet
e.    Di sudut kusen jendela
f.     Di balik pintu
g.    Di closet (tidak peduli kloset akan ‘mampet’ karena rokoknya)
2.    Membuang punting rokok tanpa di matikan, tidak pernah berpikir bahwa apinya membahayakan karena dapat menimbulkan kebakaran
3.    Tidak peduli dengan lingkungan
4.    Baju pada bolong kena percikan api rokok
5.    Tidak peduli dengan kesehatan keluarga sendiri (anak dan istri)
6.    Sama seperti menguap, yang cepat menular, merokok juga cepat menular.  Melihat temannya merokok, para perokok terpancing untuk ikut merokok meski di ruangan AC dan tertutup rapat.  Ruangan dipenuhi kepulan asap rokok mereka tak peduli.
7.    Tidak memiliki nilai-nilai kemanusiaan, jelas ya.  Perokok sadar bahwa merokok membahayakan para perokok pasif.  Manakala berada di tengah komunitasnya, dan di situ ada peserta yang bukan perokok, dengan canda tanpa rasa bersalah terus meningkatkan frekuensi merokoknya sambil menggoda (meledek) teman yang tidak merokok.
8.    Selalu memiliki pembenaran untuk kebiasaan jelek merokoknya.

9.    Namun keberanian untuk memperdebatkan kebiasaan merokoknya hanya bila berada di tengah komunitas.  Bila dalam posisi komunikasi one to one, berbagai pembenaran tentang kebiasaan merokok luruh, yang muncul perasaan ketidakberdayaan untuk menyembuhkan kebiasaan merokoknya.

Ada produsen obat yang menyediakan program penanggulangan kebiasaan merokok. Seyogiyanya analisa di atas perlu di pertimbangkan untuk keberhasilan programnya.
Kebiasaan merokok ini dimiliki direktur, dirjen, menteri bahkan setingkat presidan.  Dan karena itu perusahaan rokok memiliki kesadaran tinggi untuk memproduksi rokok tanpa merek namun menempelkan symbol garuda di bungkusnya.
Maka perokok akan bangga bila mendapatkan souvenir berupa rokok istana tadi.

Bila kita ingin memerangi perokok yang tidak mengenal tempat, perangi mulai dari istana. Apakah mungkin?

BAIKNYA PEROKOK
Tidak harus punya penghasilan tetap, tidak harus punya uang untuk bisa merokok. Para perokok, tanpa diminta akan menawarkan rokoknya kepada orang di dekatnya saat akan merokok.

Satu batang rokok diisap beramai-ramai, antri satu orang satu isapan bukan hal aneh.  Ini bisa terjadi di lingkungan pendidikan yang dilakukan siswa yang mendapatkan treatment khusus berupa larangan merokok.  Karena tidak ada persediaan satu rokok diisap bersama.
Satu batang rokok bisa diisap selama satu minggu.  Ini artinya perokok bisa disiplin menghemat.  Padahal untuk menghemat di tengah inflasi yang tinggi dan nilai rupiah makin turun di sisi lain dorongan konsumerisme meningkat membuat uang cepat habis.

Tapi para perokok masih mampu mencari solusinya.  Mereka memang luar biasa.


Bagaimana pendapat Anda?


Dua telinga mulut satu.


God loves you, God bless you


Depok, 23 September 2010.

CARI KERJA ITU MUDAH

Tuhan Mencintai Kita
CARI KERJA ITU MUDAH

Terus terang Tuhan sedih bila Anda menganggur dan tidak punya pekerjaan.  Itu kalau Anda memang belum juga dapat pekerjaan.

Tapi Tuhan pasti marah jika Anda tidak memiliki pekerjaan hanya karena malas.

Oleh karena itu, carilah pekerjaan dengan segera.  Dan sesungguhnya, menurut Tuhan, mencari pekerjaan itu mudah.  Semudah membalik telapak tangan Anda.  Mengapa demikian?

Mari kita lihat apa kata Tuhan melalui firman-firmanya.

Jangan malas
Pertama, jangan malas.  Mari kita lihat Amsal 12:27.  Orang malas tidak mendapatkan apa-apa.

Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga. (Amsal 12:27)

Kedua, orang malas bukan hanya tidak mendapat apa-apa, tapi apa yang dimilikinya akan diambil darinya.  Coba Anda buka alkitab. Baca Matius 25.  Setelah itu mari focus pada ayat 25 dan 29.

Mat 25:26   …………..Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, ………….

Kata Tuhan di sini, kalau kita pakai bahasa kita, hai kamu hamba yang jahat dan malas, kamu yang tidak mempunyai semangat kerja, tidak memiliki inisiatif sama sekali, miskin kreatifitas, ogah mengasah keterampilan, tidak ada  rasa cinta pada pekerjaan,  pengen ongkang-ongkang kaki tapi dapat uang, jangan enak-anakan kamu. Itu kata Tuhan jika ayat di atas kita terjemahkan ke dalam bahasa anak muda.

Kata Tuhan lebih lanjut, pada orang yang malas dan tidak memiliki talenta, “Apa pun yang kamu miliki akan diambil dari padamu.

Mat 25 : 29 …………Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Jika Anda malas dan tidak memiliki talenta, Apa yang akan diambil dari Anda?

Semangat dan gairah kerja Anda, kesehatan pikiran Anda, kesehatan emosi Anda, semua akan diambil dari pada Anda.

Coba lihat orang yang tidak punya kerja.  Ia bisa jadi penjahat, bisa jadi pencemar nama keluarga, bisa jadi pencemar lingkungan, bisa menjadi orang yang meresahkan warga. 

Itu apa artinya?  Artinya, apa yang masih Anda miliki juga akan diambil dari Anda.  Anda akan kehilangan kebahagiaan hidup, kehilangan emosi yang positif, kehilangan kesehatan, kehilangan pikiran baik dan sebagainya.  Tidak percaya? Coba lihat mereka-mereka yang pengangguran.  Tidakkah ciri-ciri seperti yang digambarkan di atas ada pada mereka?

Untuk lebih jelasnya dari firman Tuhan ini, Anda baca sekali lagi Matius pasal 25.
Jadi, dalam Matius pasal 25 ini tidak hanya menceritakan tentang bagaimana menjadi orang yang dipercaya Tuhan, tapi juga apa akibatnya bila dia malas dan tidak dipercaya Tuhan.

Jadi, jangan tunda-tunda lagi.  Jangan malas.  Segera bergerak untuk mempersiapkan diri.  Buat lamaran pekerjaan dan kirim ke perusahaan yang bidang produksinya menjadi menjadi idaman Anda. 

Biarkan Tuhan yang bekerja
Lalu?  Berdoalah!  Minta dipimpin Tuhan.  Selanjutnya, biarkan Tuhan yang bekerja.

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.  (Kol 3:17)

Doa itu penting dan segala-galanya dalam melamar kerja.  Doa itu adalah sarana kita minta pekerjaan kepada Tuhan.  Dan sesuai janji-Nya, Dia pasti memberikan.

Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. (Yoh 16:23)

Minta dalam nama-Nya.  Nama Tuhan dalam mencari kerja lebih ampuh dari pada rekomendasi siapa pun di dunia ini.

Simak Yoh 14 : 13 – 14:
13. dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Tapi jangan lupa.  Supaya Allah bekerja, yaitu mencarikan, mendapatkan dan memberikan pekerjaan kepada Anda, Allah sebagai Bapa kita juga menuntut syarat dari Anda.  Apa itu? Baca dulu Yoh 14:12.

Di sini saya tidak menuliskan ayatnya biar Anda bergerak sedikit.  Olah raga sedikit mengambil alkitab dari atas lemari dan membacanya.

Jangan Malu-maluin Tuhan
Tapi selain itu, Tuhan sebagai pribadi yang telah memberikan Anda pekerjaan jangan Anda buat malu.  Seperti Om, Paman atau Tante yang merekomendasikan Anda ke temannya agar Anda mendapatkan pekerjaan, jelas Anda tidak boleh membuat om, paman dan tante malu.

BayangkanAnda malas di tempat kerja.  Atau, karena merasa direkomendasikan oleh om, paman dan tante, Anda bekerja tidak dengan tekun.  Anda tidak mengisi diri dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan kantor/perusahaan tempat Anda bekerja.  Bukan hanya Anda yang malu, om, paman dan tante Anda tentu juga malu.  Iya, donk mereka pasti malu.

Tentu sama dengan Tuhan.  Dia juga malu kalau Anda yang sudah diberikan pekerjaan oleh usaha-Nya, tidak bisa bekerja dan tidak cakap menjalankan tugas.

Untuk itu, agar Anda tidak malu-maluin Tuhan, Anda harus:
-         Rajin dan tangkas. Lihat dan belajarlah dari Yerobeam.
Yerobeam adalah seorang tangkas; ketika Salomo melihat, bahwa orang muda itu seorang yang rajin bekerja, maka ditempatkannyalah dia mengawasi semua pekerja wajib dari keturunan Yusuf.  (1 Raj 11:28)

-         Jadilah pekerja-pekerja yang ahli di bidangnya.  Seperti para pekerja yang dimiliki oleh raja Salomo ketika membangun bait suci.  (1 Tawarikh 22:15)

Artinya, agar Anda tidak malu-maluin Tuhan, Anda harus memiliki kemampuan, keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang Anda pilih. Milikilah kepribadian yang mencerminkan kepribadian anak Tuhan, mau bekerja keras, flexible dalam berhubungan dengan orang lain, mampu bekerja sama.

Communication skill-nya harus cukup tinggi sehingga mampu membangun hubungan interpersonal yang harmonis dengan semua orang, baik karyawan di level bawah maupun pimpinan tertinggi.  Ingat, Anda juga perlu bersaksi tentang Kerajaan Sorga di tengah mereka.  Bahwa seperti Andalah anak Tuhan itu gambarannya (menjadi garam dan terang di tempat kerja).

Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. (2 Tim 2:15)


Balasan Anda
Om atau paman atau tante Anda sudah memberikan pekerjaan pada Anda.  Saya yakin dan percaya, pasti Anda tidak akan melupakan budi-baik om, paman atau tante Anda.  Biasanya, yang umum dilakukan orang adalah setelah gaji pertamanya dia terima dia akan ke rumah mereka mengucapkan syukur dan terima kasih sambil membawa bingkisan buah-buahan untuk dinikmati bersama saat pertemuan tersebut.

Nah, dengan Tuhan juga sama.  Anda harus memberikan ucapan syukur pada Tuhan sebagai tanda terima kasih Anda pada Tuhan.  Tentu di sini Anda tidak harus membawa buah-buahan.

Mari kita lihat apa yang dimau Tuhan Yesus setelah dia menolong orang.  Baik itu orang lumpuh, orang sakit pendarahan dan sebagainya.  “Jangan katakan pada siapa-siapa, pergilah ke rumah ibadah berikan ucapan syukur.”  Itu selalu kata-Nya.

Nah, pendapatan Anda, Anda harus kembalikan kepada Tuhan dalam bentuk perpuluhan.  Karena dari perpuluhan itu Tuhan akan bekerja lebih banyak lagi melalui rumah-Nya, gereja-gereja di dunia, lewat kegiatan PELKES (pelayanan dan kesaksian), dan sebagainya.


Tuhan mencintai kita.  Percayalah!

Depok, 

Zainal Abidin Partao